Jumat, 29 Juni 2012

TUMBUHAN HIJAU

           Tumbuhan hijau adalah tumbuhan yang mengandung klorofil(zat bhijau daun) yang bias berfotosintesis. Klorofil terdapat di dalam kloroflas,yaitu butir-butir hijau daun yang berbentuk bulat.
Tahukah kalian,bagaimana cara tumbuhan hijau membuat makanan? Tumbuhan hijau membuat makanannya di daun. Makanan tersebut diolah dengan bantuan sinar matahari. Setelah makanan dari daun, disebar ke seluruh bagian tumbuhan. Jadi, daun dapat dikatakan sebagai dapur pada tanaman. Walaupun tumbuhan tidak memiliki mulut seperti manusia dan hewan, bukan berarti tumbuhan tidak makan dan minum. Tumbuhan mengambil air dan makanan (zat hara) dengan bulu-bulu akarnya. Agar lebih jelas, mari pelajari bersama!
Bagaimana Tumbuhan membuat Makanannya Sendiri?
Sebagai makhluk hidup, tumbuhan pun memerlukan makanan, sama seperti manusia dan hewan. Manusia dan hewan herbivore menggunakan tumbuhan sebagai sumber makanannya. Manusia memakan nasi, kentang, ubi, sayur, dan buah-buahan. Semuanya itu berasal dari tumbuhan.
Masih ingatkah kalian sumber zat-zat makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti protein nabati, vitamin dan hidrat arang? Semua itu sebetulnya hasil dari pengolahan makanan tumbuhan yang dijadikan sebagai cadangan makanannya.
Bila tumbuhan juga memerlukan makanan, lalu apakah makanannya? Dari mana memproleh makanannya? Bagaimana cara mengolah makanannya? Mari kita selidiki! Lihat tumbuhan disekitar kalian, pada umumnya daunnya berwarna hijau. Mungkin ada juga tumbuhan yang daunnya berwarna kuning. Coklat, merah atau warna lainnya. Tetapi semua daun tersebut tetap mempunyai zat warna hijau di dalamnya. Zat warna hijau daun itu disebut klorofil.
Semua tumbuhan yang berhiujau daun dapat membuat makanannya sendiri. Hijau daun tersebut merupakan mesin pembuat makanan. Zat hijau daun itu terletak di dalam buti-butir hijau daun yang bulat-bulat bentuknya, disebut kloroplas. Kloroplas-kloroplas berada tersebar dalam sel-sel daun.



1 Bagaimana Proses Pengambilan Bahan Makanan?
            Tumbuhan menyerap air dan garam-garaman dari dalam tanah melalui bulu-bulu akarnya. Air dan garam-garaman yang telah terserap, kemudian dibawa ke daun melalui pembuluh kayu pada batang dan cabang- cabangnya.
            Tumbuhan juga menyerap karbondioksida dari udara melkalui mulut-mulut daunnya (stomata). Garam-garaman, air, dan karbondioksida bertemu di daun dan bagian tumbuhan yang berhijau daun. Disanalah zat-zat yang telah diserap diolah dengan bantuan sinar matahari. Peristiwa pengolahan bahan makanan pada tumbuhan disebut fotosintesis. Hasil fotosintesis ini berupa zat pati atau zat gula. Zat gula hasil fotosintesa selanjutnya dibawa ke semua bagian tumbuhan melalui pembuluh tapis.

Gambar proses fotosintesis
 
            Makanan dipakai oleh tumbuhan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kehidupannya. Ada pula zat makanan yang disimpan sebagai cadangan makanan. Untuk mengetahui peranan cahaya matahari dalam proses fotosintesa dapat dilakukan percobaan sebagai berikut:
Siapkan bahan dan alat-alatnya!
1.     Daun yang masih melekat pada tumbuhan
2.     Kertas timah atau kertas karbon
3.     Air yang mendidih
4.     Cawan
5.     Alcohol 70%
6.     Larutan iodiom atau lugol
7.     Penjepit
8.     Klip
9.     Pipet

1.     Cara melakukannya :
Tutuplah sebagian daun dengan kertas timah atau kertas karbon, kemudian jepitlah menggunakan klip. Biarkan daun tersebut sehari semalam, kemudian petiklah
2.     Lepaskan kertasnya, kemudian masukan kedalam air yang mendidih agar sel-selnya mati.
3.     Angkatlah daun dari air panas, kemudian letakan di cawan. Tetesilah permukaan daun dengan larutan iodium atau lugol. Amatilah apa yang terjadi pada daun.

Bagian daun yang tidak tertutup kertas timah berwarna biru kehitaman, karena mengandung zat tepung. Bagian daun yang tertutup kertas timah berwarna coklat, karena bagian tersebut tidak terkena sinar matahari,berarti tidak mengandung zat tepung.

Hasil fotosintesis dipakai untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup tumbuhan itu sendiri.Tidak semua hasil fotosintesa habis dipakai, sisanya disimpan untuk cadangan makanan tumbuhan itu sendiri. Dimana tumbuhan menyimpan cadangan makanannya? Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya di berbagai bagian, yaitu:
1.     Di batang, misalnya tebu,sagu dan aren.
2.     Di umbi batang, misalnya kentang, ubi jalar, wortel, lobak, gadung, dan sebagainya.
3.     Di akar misalnya, singkong.
4.     Di buah misalnya, mangga, rambutan, papaya, pisang, dan sebagainya.
5.     Di akar tinggal, misalnya kunyit,lengkuas, temu lawak, jahe, dan sebagainya.
Bagaimana ketergantungan Manusia dan Hewan pada tumbuhan hijhau?
            Sumber makanan manusia dan hewan ada yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan ada yang berasal dari hewan (hewani)., kali ini kita akan mempelajari sumber makanan manusia dan hewan yang berasal dari tumbuhan.
            Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan makanan manusia sebagai sumber hidrat arang,yaitu:
1.     Biji-bijian       : padi, gandum, dan jagung.
2.     Umbi-umbian : ketela pohon, umbi jalar, kentang, talas, dan sebagainya.
3.     Batang             : sagu, aren, dan  tebu
Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sumber protein banyak terdapat pada biji dan kacang-kacangan, misalnya kedelai, kacang panjang, kapri dan sebagainya.
Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sumber vitamin banyak terdapat pada buah dan daun, misalnya:
·       Buah-buahan, seperti jeruk, tomat, pisang,papaya, apel, pir, anggur dan sebagainya.
·       Sayuran, seperti sawi, kubis, katuk, daun singkong, daun papaya, seledri, kangkung,selada air dan sebagainya.
Selain manusia sangat tergantung pada tumbuhan, hewan-hewan tertentu dari tumbuhan, terutama herbivore.
Hewan yang memakan buah-buahan, antara lain tupai, kelelawar, musang, dan sebagainya. Hewan yang memakan daun, antara lain kambing, kuda, sapi, kerbau, rusa, jerapah, dan sebagainya.
Dari uraian di atas sangat jelas bahwa tumbuhan hijau sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan hewan. Contohnya manusia memerlukan makanan pokok sebagai sumber energy berasal dari padi-padian dan umbi-umbian.
Ada perbedaan pada tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
Pada tumbuhan monokotil, pembuluh terletak menyebar, biji berkeping satu, akar serabut sedangkan pada tumbuhan dikotil, pembuluh terletak teratur, biji berkeping dua, akar tunggang. Selain itu,pada tumbuhan dikotil terdapat kambium yang memungkinkan batang tumbuh membesar.
Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dan garam-garaman dari akar menuju ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
Pada batang dikotil terdapat lingkaran cambium, yaitu sel muda yang selalu membelah diri. Bila kedalam, membentuk sel kayu, sedangkan keluar membentuk sel kulit. Cambium ini yang menyebabkan batang tumbuhan dikotil dapat tumbuh menjadi besar.
Pada batang monokotil tidak terdapat cambium, sehingga batang tumbuhan monokotil tidak dapat tumbuh menjadi besar di luar kodratnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar